Minim Dukungan Pemerintah, Karang Taruna Kembang Bulowa Kesulitan Jalankan Program

Tim Redaksi
Minggu, 30 Maret 2025 11:07 - 189 View

Ghazinews.com Maros – Semangat pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kembang Bulowa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, saat ini tengah diuji. Berbagai program dan kegiatan positif yang mereka rencanakan terhambat akibat minimnya dukungan serta perhatian dari Pemerintah Desa setempat. Keterbatasan anggaran, fasilitas, hingga kurangnya ruang komunikasi yang efektif menjadi kendala utama yang mereka hadapi.

Sebagai organisasi kepemudaan di tingkat desa, Karang Taruna memiliki peran strategis dalam pemberdayaan generasi muda, pengembangan potensi desa, serta menjadi mitra pemerintah desa dalam berbagai program pembangunan. Namun, kondisi yang dialami Karang Taruna Kembang Bulowa saat ini justru menghambat peran vital tersebut.

“Kami memiliki banyak ide dan semangat untuk berkontribusi bagi desa ini,” ujar Muh Dahlan, Ketua Karang Taruna Kembang Bulowa, dengan nada kecewa. “Namun, seringkali kami terbentur dengan keterbatasan anggaran ketika ingin melaksanakan kegiatan yang melibatkan pemuda. Kami merasa suara kami kurang didengar dan dilibatkan dalam perencanaan pembangunan desa yang seharusnya juga menyentuh aspek kepemudaan.”

Lebih lanjut, Muh Dahlan menjelaskan bahwa proposal kegiatan yang diajukan sering kali tidak mendapatkan respons yang memadai. Kondisi ini tentu menimbulkan keprihatinan di kalangan anggota Karang Taruna dan masyarakat desa yang peduli terhadap perkembangan pemuda. Mereka khawatir, jika situasi ini terus berlanjut, semangat pemuda akan semakin menurun dan potensi mereka tidak dapat berkembang secara optimal.

“Kami berharap Pemerintah Desa dapat lebih terbuka dan memberikan perhatian yang lebih besar kepada Karang Taruna,” tambah Muh Dahlan. “Kami bukan hanya sekadar organisasi pelengkap, tetapi kami adalah aset desa yang siap berkontribusi nyata. Kami membutuhkan dukungan, baik secara moril maupun materiil, agar dapat menjalankan fungsi kami dengan baik.”

Karang Taruna Kembang Bulowa berharap agar Pemerintah Desa segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini. Dialog yang konstruktif, transparansi dalam pengelolaan anggaran desa yang terkait dengan kegiatan kepemudaan, serta pelibatan Karang Taruna dalam perencanaan pembangunan desa menjadi harapan utama mereka.

Kekecewaan ini bukanlah bentuk permusuhan, melainkan sebuah ungkapan harapan agar sinergi antara Karang Taruna dan Pemerintah Desa dapat terjalin lebih baik demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.(*)