M. Alif Al Isra Resmi Pimpin PMII Maros Periode 2026–2027

Tim Redaksi
Sunday, 25 January 2026 19:52 - 217 View

Ghazinews.com, Maros — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros sukses digelar di Gedung IP-DDI Maros, Sabtu, 25 Januari 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini berlangsung khidmat, dinamis, dan penuh semangat kaderisasi.

Dalam forum tersebut, M. Alif Al Isra resmi terpilih sebagai Ketua Umum PMII Cabang Maros periode 2026–2027, setelah melalui rangkaian sidang dan proses demokratis yang mencerminkan tradisi intelektual PMII.

M. Alif Al Isra menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusan ke depan adalah penguatan sistem kaderisasi yang berkelanjutan sebagai jantung pergerakan organisasi.

“Yang menjadi prioritas ke depan sebagai organisasi dengan basis kader, pastinya mendorong sistem kaderisasi yang berkelanjutan. Ini merupakan langkah strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kader PMII,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa PMII harus tetap menjadi ruang pembentukan kader yang maju dalam berpikir, kokoh dalam nilai, dan tegas dalam perjuangan.

“Gerakan kader harus berpikir maju tanpa tercerabut dari nilai, bersuara keras tanpa kehilangan adab, dan berjuang tegas tanpa meruntuhkan martabat manusia,” lanjutnya.

Alif menyampaikan rasa terima kasih dan komitmen penuh atas amanah yang telah diberikan oleh seluruh kader PMII Maros.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh sahabat-sahabat PMII Maros. Insyaallah, secara pribadi mandat ini akan saya jaga dan saya pertanggungjawabkan,” tuturnya.

Konfercab IX ini tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik konsolidasi ideologis dan gerakan PMII Maros dalam meneguhkan perannya sebagai organisasi kader, organisasi perjuangan, dan organisasi pengabdian.

Dengan terpilihnya M. Alif Al Isra sebagai Ketua Umum PMII Maros periode 2026–2027, organisasi ini diharapkan semakin solid dalam membangun tradisi intelektual, memperkuat kaderisasi, serta aktif menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan keindonesiaan.(Sakti)

Tags: