Ikhtiar Langit di Tengah Medan Maut: Tim SAR Panjatkan Doa untuk Korban Pesawat ATR 42-500

Tim Redaksi
Tuesday, 20 January 2026 14:29 - 43 View

Ghazinews.com, PANGKEP — Di tengah medan yang kejam dan cuaca yang sulit ditebak, perjuangan mencari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), tak hanya mengandalkan peralatan, strategi, dan ketangguhan fisik. Ada ikhtiar lain yang tak kalah penting: mengetuk langit lewat doa.

Selasa (20/1/2026) usai Shalat Zuhur, tim SAR gabungan berkumpul di Masjid Jami Nurul Huda, Desa Tompobulu. Dalam suasana khidmat, personel Basarnas, TNI, Polri, dan unsur pendukung lainnya menundukkan kepala, menyatukan harap, memanjatkan doa bersama sebelum kembali bertarung dengan alam di lereng Bulusaraung.

Doa bersama dipimpin oleh Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Infantri Abi Kusnianto. Lantunan doa menggema di dalam masjid, menjadi penguat batin bagi para personel yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan mereka di medan penuh risiko.

Dalam doa itu, harapan dipanjatkan agar seluruh korban kecelakaan dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan layak, serta keluarga yang menunggu di rumah diberi kekuatan dan ketabahan.

“Tak kalah penting, keselamatan seluruh personel SAR juga menjadi permohonan utama mengingat mereka harus berhadapan dengan tebing curam, jalur licin, hutan rapat, dan cuaca yang bisa berubah dalam hitungan menit.” Jelasnya.

Gunung Bulusaraung bukanlah medan biasa. Lereng-lerengnya curam, vegetasinya lebat, dan kabut tebal kerap turun tiba-tiba, membatasi pandangan dan memperlambat pergerakan. Setiap langkah di gunung ini adalah pertaruhan, setiap penyisiran adalah perjuangan.

Di tengah kerasnya tantangan itu, doa bersama menjadi ruang hening untuk menguatkan mental dan menyatukan semangat. Lebih dari sekadar ritual, ia menjadi simbol solidaritas lintas instansi bahwa operasi kemanusiaan ini dijalankan dengan satu tujuan dan satu harapan: membawa pulang para korban dengan penuh hormat.

Hingga kini, operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan memastikan seluruh upaya dikerahkan, baik melalui jalur darat maupun udara, dengan satu prinsip yang tak pernah ditawar: keselamatan personel adalah prioritas utama.

Dari Masjid Jami Nurul Huda, doa-doa itu pun dilepas ke langit. Sebab di balik bising mesin, peta operasi, dan peralatan canggih, ada harapan yang tak pernah padam, bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan di medan sekeras Bulusaraung.(Sakti)